Rabu, 18 Desember 2013

Mengembangkan Kepemimpinan Dalam Diri

Proses pengembangan kepemimpinan dalam diri pemimpin itu sendiri adalah usaha untuk menemukan/ menjadi pemimpin yang sejati. Kepemimpinan adalah sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace) dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari proses internal (leadership from the inside out ).
Dalam pengembangan kepemimpinan menuju kepemimpinan yang baik dan positif setidaknya harus memiliki kualitas-kualitas seperti; kematangan emosional, kompetensi teknik, pengabdian, kematangan pertimbangan, empati, semangat, dan disipin. Selain itu dalam usaha mengembangkan kepemimpinan dalam diri terdapat tujuh karakteristik umum yang harus dimiliki yaitu: integritas, empati, pengertian, keberanian, komitmen, keyakinan, dan komunikasi. Sifat-sifat tersebut meresap keseluruh budaya pemimpin, atau organisasi. 5
Kepemimpinan sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang. Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard; bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah menjadi pemimpin sejati.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan kepemimpinan berkaitan dengan tujuh karakteristik yang telah dijalaskan, yakni:
  1. Integritas
Integritas adalah perjuangan yang gigih untuk mencari apa yang benar, bukannya siapa yang benar. Memiliki integritas berarti bersedia menerima tanggung jawab. Tanda dari integritas adalah tingkah laku yang mengungkapkan hati nurani dan keyakinan. Integritas kepemimpinan menuntut agar sang pemimpin mengatakan pada masyarakat apa yang perlu didengarkan, meskipun mereka tidak ingin mendengarnya.
  1. Empati/ kasih sayang
Kasih sayang merupakan hasil dari keseimbangan yang produktif dan bertanggung jawab antara individualisme dan kerjasama tim.
  1. Pengertian/ pemahaman
Pemahaman adalah kekuatan persepsi yang arif sehingga membuat seseorang mampu manggunakan informasi secara efektif. Pemahaman mencakup mencegah kelangkaan informasi dan juga kelebihan informasi. Pemahaman mencakup pengertian masa lalu, kesadaran akan masa sekarang, dan visi tentang masa depan. Pemimpin harus mampu mengintegrasikan masa sekarang dengan masa yang akan datang, kemudian memproyeksikannya untuk membentuk masa yang akan datang.
  1. Keberanian
Kararteristik yang ke empat dari kepemimpinan adalah keberanian, yaitu keberanian untuk menindak lanjuti keyakinan-keyakinan dengan keteguhan untuk menghadapi tantangan yang terus menerus. Keberanian untuk berkorban dan mengambil resiko serta tidak mementingkan diri sendiri. Keberanian juga merupakan mengatasi berbagai kesulitan dengan gigih. Keberanian bukan berarti tiadanya ketakutan, keberanian adalah mengakui adanya ketakutan akan tetapi menghadapi ketakutan itu secara positif dan bertanggung jawab. Berani berarti mencari tantangan dan mengatasinya.
  1. Komitmen
Seorang yang memiliki komitmen itu lebih kuat dibandingkan banyak orang yang hanya memiliki minat. Tingkat komitmen merupakan kunci yang sangat menentukan dalam mencapai keberhasilan. Seorang pemimpin harus memiliki komitmen dan menciptakan komitmen pada diri orang lain dengan persetujuan, bukan paksaan.
  1. Keyakinan
Keyakinan merupakan ketergantungan yang kuat pada nilai-nilai, kepercayaan, dan kompetensi diri sendiri maupun orang lain. Keyakinan memang termasuk keberanian, tatapi keyakinan juga merupakan kelanjutan dari keberanian. Pemimpin yang baik mengerti bahwa keyakinan yang diperlihatkan dengan tindakan dapat memberi inspirasi. Keyakinan datang dari perjuangan-perjuangan menghadapi tantangan-tantangan yang kemudian dapat diatasinya. Yang terpenting adalah tekad yang kuat dan akan melahirkan keyakinan yang tinggi.
  1. Komunikasi
Keyakinan membentuk pandangan yang kuat, dan kemampuan berkomunikasi seorang pemimpin terkait dengan pandangan-pandangannya. Sebagaimana dalam kompetensi tidak efektif tanpa nurani, demikian juga tidak efektif kata-kata tanpa perbuatan. Seorang pemimpin yang baik memimpin dengan memberikan contoh, dan mendukung tingkah lakunya dengan persuasi verbal. Komunikasi kepemimpinan terletak pada kekuatan persuasi yang dibarengi otoritas. Segala macam bentuk komunikasi merupakan alat bagi pemimpin untuk memberikan inspirasi pada orang lainuntuk meraih yang lebih tinggi dengan harapan, hati, pikiran, dan tangan mereka. 6
Kemudian ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam mengembangkan kepemimpinan di dalam diri pemimpin :
  1. menentukan prioriotas
Yakni mendahulukan kepentingan orang lain dari pada dirinya pribadi, dengan mempertimbangkan banyaknya kemaslahatan yang banyak yang ada didalamnya. Menentukan dan mendahulukan sesuatu hal yang lebih penting dan bersifat urgen bagi kepentingan bersama.
  1. membina integritas
Sebagaimana dijelaskan diatas, membina dan menumbuhkan integritas yang ada dalam diri, dengan bersikap tegas dan penuh tanggung jawab yang diaplikasikan dalam tingkah laku/ tindakan yang berdasarkan kesesuaian dengan hati nurani dengan penuh keyakinan dan wibawa.
  1. menciptakan perubahan positif
Yang harus diperhatikan juga dalam pengembangan kepemimpinan adalah bagaimana caranya seorang pemimpin dapat menciptakan perubahan yang positif, menjadikan suasana kondusif yang menghasilkan perubahan yang lebih baik dan penuh dengan atmosfir optimis dalam melangkah dan menatap masa depan.
  1. mengatasi pemecahan masalah
Seorang pemimpin juga harus peka dan tanggap terhadap masalah yang ada, dan dituntut untuk dapat memecahkan masalah tersebut. Oleh karenanya seorang pemimpin harus memiliki skill/ ketrampilan dalam problem solving atau dalam mengambil keputusan untuk memecahkan/ mengambil jalan keluar terhadap suatu masalah yang ada.
  1. memupuk sikap positif
Selain tanggap terhadap masalah yang ada, seorang pemimpin juga dituntut untuk dapat memupuk dan membangun sikap positif yang dimulai dari dalam diri pemimpin itu sendiri dan dari sanalah maka akan timbul aura positif yang akan membawa disekitar/sekelilingnya terbawa menjadi positif pula. Yang akan menciptakan suasana yang penuh dengan semangat yang luar biasa, dan hubungan yang sangat baik antara pemimpin dengan bawahannya.
  1. mengembangkan manusia
mengembangkan manusia yang dimaksud disini adalah mengembangkan potensi yang ada dalam diri dan sumber daya manusia agar mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki.
  1. memperluas wawasan
memperluas wawasan ini merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam mengembangkan kepemimpinan, dengan wawasan inilah yang menjadikan seorang pemimpin memiliki kewibawaan dan kharismatik yang tinggi. Dan upaya meningkatkan intelegensi seorang pemimipin tersebut.
  1. membina disiplin pribadi
membina disiplin ini juga merupakan faktor yang paling penting dalam mewujudkan kepemimpinan yang baik dan teratur. Dengan disiplin ini maka suatu organisasi atau lembaga kepemimpinan akan terorganisir dengan baik dan teratur. Dan itu dimulai dari dalam diri seorang pemimpin terlebih dahulu. Yang kemudian akan mempengaruhi suasanya disekitarnya.
  1. melaksanakan pengembangan staf.
  Salah satu upaya pengembangan kepemimpinan juga yakni melaksanakan pengembangan staf, yaitu mengelola sumber daya manusia yang tidak hanya ditinjau dari segi kuantitas akan tetapi juga dari segi kualitas yang memadai. Dari kualitas maka akan tercipta suatu kerja sama yang terjalin dengan baik.

HRD Sebagai Pengembang Aset SDM


HRD Sebagai Pengembang Aset SDM
HRD merupakan salah satu pengembang aset paling berpengaruh di perusahaan ataupun di organisasi, jika tidak ada HRD di suatu perusahaan dan organisasi maka para SDM tidak akan kondusif dalam bekerja dan tidak akan ada yang mengatur jalannya para SDM. Kita tahu bahwa fungsi HRD di perusahaan adalah sebagai developing people yang artinya HRD harus mampu mengambangkan aset-aset yg tidak terlihat (intangible), tidak mudah bagi HRD dapat menemukan dan mengembangkan aset-aset SDM yang ada sebab HRD harus memulai dari perektrutan SDM yang sudah memenuhi syarat klasifikasi yang ditentukan. Oleh karena itu HRD harus banyak-banyak belajar supaya tidak terjadi kesalahan, setiap HRD pasti belajar terus menerus dan banyak mengajarkan antar divisi HRD supaya HRD tersebut bisa 2 kali atau 3 kali lebih pintar dan ilmu tersebut bisa dibagikan melalui proses download dan upload yang biasa disebut “knowledge manajemen”, jika kita sudah melakukannya kita akan merasa bahagia karena bisa mengajarkan orang dan jika kita sudah terbiasa kita mempunyai kesempatan menjadi HRD yang unggul dan kita bisa sebagai aset terpenting perusahaan atau organisasi dimana tempat kita bekerja. Tentu diperusahaan besar mempunyai banyak karyawan yang bermasalah yang tidak bekerja dengan tekun, tantangan HRD adalah harus bisa meningkatkan mood dan meningkatkan kemampuan yang dai punya. Dengan cara apa? pertama HRD harus mempunyai wawasan yang luas dan harus mempunya social skill yang gunanya untuk berkomunikasi dan pendekatan terhadap pegawai yang bermasalah tersebut lalu jika diibaratkan HRD harus membuka payung yang setinggi-tingginya supaya HRD bisa menyumbangkan ide agar pekerjaan kita lebih baik lagi, dan jika sudah terbiasa dengan menggunakan metode payung tersebut maka di dalam diri pegawai tersebut akan muncul muscle memory yang sudah terbiasa dalam menyumbangkan ide-ide dan gagasan dan pegawai pun akan muncul dream&think big yang sangat penting. Jika kita sebagai HRD sudah bisa mengembangkan aset SDM maka HRD tersebut bisa disebut HRD yang unggul dan jika pegawai tersebut sudah terpengaruh dengan lebih teres menerus menyumbangakan ide dan gagasan maka pegawai tersebut bisa disebut developed people. Mungkin cukup sekian ilmu yang saya tuangkan di blog ini, semoga bermanfaat bagi kalian yang membaca artikel ini.
-          Hubungannya dengan buku young on top :
Di dalam buku tersebut saya mengambil hubungannya artikel yang saya buat dengan dream & think big yang tertera di buku tersebut, jadi jika pengembangan aset jika HRD sudah terbiasa dengan metode tersebut maka pegawai akan dapat berpikir secara luas dan dapat bermimpi seperti apa perusahaan kita nanti otomatis jika pegawai tersebut sudah berpikir secara luas maka pegawai tersebut akan lebih banyak ilmu yang didapat dan dapat ditularkan kepada pegawai lain yang nantinya akan berpengaruh pada pengembangan.
-          Hubungannya dengan buku myelin :
Myelin yang berarti kebiasaan yang telah membudaya yang hubungannya dengan artikel diatas yaitu jika HRD sudah terus menerus menerapkan metode tersebut dan menunjukkan perubahan pada pegawai maka otomatis pegawai tersebut akan terbiasa atau bisa disebut muscle memory dengan iklim kerja yang HRD terapkan yang gunanya untuk mengembangkan kelebihan pegawai dan tidak memperbaiki kekurangan dalam diri si pegawai jadi pegawai tersebut akan terbiasa menyumbangkan ide-ide dan gagasan yang akan memajukan perusahaan.
-          Hubungannya dengan buku pengembangan diri:
Jadi HRD dan pegawai saling mengembangkan dirinya sendiri melalui proses knowledge  management dan melalui juga melalui metode payung tersebut.

By : M. Kurniadi W (170103110256)

Senin, 16 Desember 2013

"HRD HIGHLIGHT" World Class Skill



"HRD HIGHLIGHT"
World Class Skill

Butuh waktu 10.000 jam untuk mendapatkan kemampuan kelas dunia. Untuk menjadi orang yang sukses dan memiliki kemampuan kelas dunia diperlukan perencanaan Spesific Skill, yaitu:
v  Merencanakan atau menargetkan bidang apa yang ingin dikuasai
v  Menambah jam belajar
v  Mengevaluasi kemampuan yang telah dicapai agar dapat memperbaiki kekurangan
v  Belajar dari pengalaman orang-orang yang telah berhasil untuk dijadikan motivasi
v  Belajar dan mengevaluasi dari setiap kegagalan agar dapat memperbaikinya

Knowledge Management
Knowledge Management yaitu suatu pengelolaan pengetahuan yang dibagi untuk bersama dari pengalaman suskses yang diubah menjadi pengetahuan, sehingga pegawai dapat mengembangkan diri dan menghasilkan kinerja yang unggul dan menjadi pengetahuan yang penting untuk perkembangan perusahaan. Dan knowledge management ini merupakan salah satu tugas HRD di abad 21, didalam tugas HRD terbagi menjadi 2 yaitu Internal dan Eksternal. Tugas HRD ekternal terbagi menjadi Individu dan Group.
            Untuk menjadi knowledge management kita harus menjadi HRD yang tangguh dan  dituntut memiliki aspek penting yakni:
a.       Creative (untuk membuat suatu proses yang lebih efektif dan efisien)
b.      Spesific Skill (mempunyai skill diatas rata-rata)
c.       Multi Tasking (menguasai segala pekerjaan dan selalu siap akan apa yang diberikan oleh atasan).
Untuk menjadi HRD yang memliki Knowledge Management pertama harus mengembangkan diri, harus memiliki skill yang meningkat hari ini lebih baik dari kemarin. Maju tidaknya suatu perusahaan ditentukan pada Intangibles : memiliki kekuatan team work ditentukan pada Knowledge

6 Aspek Pengembangan Diri
           
1.       Pengembangan diri dan Dunia Kita
Yaitu mengembangkan citra diri positif agar kita bisa lebih unggul, ketika citra diri positif telah dimiliki maka otomatis kita akan dapat diandalkan dan diakui oleh orang lain.
2.       Pengembangan diri,Alturisme dan Kebahagiaan
Yaitu pengembangan diri dengan alturisme atau semangat memberi agar mendapatkan kebahagiaan.
Memberi adalah ekspresi tertinggi potensi kemanusiaan kita. Dalam tindak memberi sesungguhnya kita sedang mengalami kekuatan, kekayaan, dan kemampuan kita. Pengalaman puncak dan vitalitas tertinggi tersebut akan memenuhi seluruh jagad hati kita dengan sukacita dan rasa bahagia. Disitulah kita mengalami kelimpahan. Takkala memberi, kita mengalami kehidupan yang sehidup-hidupnya. Memberi lebih membahagiakan daripada menerima, bukan karena kita kekurangan tetapi dalam tindak memberi itulah terletak ekspresi kehidupan kita yang paling dinamis. (Eric Fromm,1976)   
3.       Pengembangan diri dan Belajar
Yaitu hidup untuk belajar dan belajar merupakan syarat utama pengembangan diri. Pengembangan diri ini memiliki makna bahwa kita (akan terdorong) untuk menghabiskan waktu hidup kita didunia untuk belajar untuk menghasilkan diri yang kreatif dan bisa diandalkan.
4.      Pengembangan diri dan Keputusan Yang Menentukan Tujuan
Pengembangan diri akan jauh lebih baik ketika telah ada keputusan yang mantap. Orang yang berhasil adalah orang yang telah memutuskan keputusan untuk menjadi sukses dan berhasil. Jika tidak membuat keputusan itu juga merupakan sebuah keputusan, tapi memutuskan untuk menjadi orang yang tersesat. Jadi intinya jangan biarkan hari-hari kita berlalu tanpa didahului oleh keputusan-keputusan yang positif. Karena waktu tidak akan berulang
5.      Pengembangan diri dan Positif Feeling
            Membuat suasana nyaman pada hati para pegawai disuatu perusahaan merupakan salah satu dari tugas HRD, karena dengan memberikan rasa nyaman pada para pegawai, menimbulkan keharmonisan yang akhirnya dapat meningkatkan produktifitas kerja pegawai dan ini suatu hal yang menguntungkan untuk perusahaan.
6.      Pengembangan diri dan Kedewasaan
Dewasa ada 2 ciri yaitu:
a.       Courage (punya keberanian untuk bertindak)
b.      Consideration ( pertimbangan yang matang)
Dewasa adalah ketika seseorang menyadari bahwa ia memiliki kebebasan yang seluas-luasnya untuk menentukan segala pemikiran, sikap dan tingkah lakunya , sekaligus ia memiliki pemahaman bahwa ia harus bertanggung jawab terhadap pemikiran, sikap dan seluruh tingkah lakunya tersebut.

PIM (Performance Impovement Management)

Fungsi PIM ini untuk meningkatkan performa atau kinerja sebuah perusahaan. Dalam meningkatkan performa atau kinerja perusahaan PIM ini terdiri dari:
a.       Training (From unknow to know)
b.      Consulting, dilakukan ketika perusahaan tidak bisa menyelesaikan masalah (problem salving)
c.        Mentoring (Expert to less)
d.       Coaching (Helping develop potensial)
e.        Theraphy (Disorder)

Perbedaan Training dan Coaching
a.       Training dilakukan dengan beberapa orang, coaching lebih personal
b.      Training dilakukan sekali pertemuan, coaching 2 minggu sekali
c.       Training memperbaiki kelemahan, coaching fokus meningkatkan kekuatan

Coaching adalah suatu instrumen untuk meningkatkan kinerja, maksudnya membantu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki sebuah seseorang / perusahaan, melalui training ataupun mentoring dalam rangka  untuk membantu seseorang / perusahaan mencapai tujuan yang akan dicapainya. Orang yang diminta untuk membantu belajar mengembangkan potensi-potensi seseorang tsb disebut coach, sedangkan orang yang sedang belajar mengembangkan potensi-potensinya disebut coachee, dan aktifitas yang dilakukan oleh coach dan coachee  dalam upaya belajar mengembangkan potensi-potensi tsb disebut coaching.

Sedangkan Training ialah upaya untuk meningkatkan kinerja, memberikan pelatihan-pelatihan kepada orang-orang yang merasa membutuhkan ilmu dibidang tertentu (misal; penilaian kinerja). Fungsi training ini ialah membantu mengajarkan hal-hal yang belum / tidak diketahui, untuk menjadi diketahui oleh mereka.
-   Dampak dari aktifitas Training mencapai 22% pada produktifitas (maksimal yang dapat dikembangkannya)
-          Dampak dari aktifitas Training+coaching ini tingkat keberhasilannya mencapai 80% pada potensi dan produktifitasnya.

Coaching berdampak lebih besar karena, kunci dari keberhasilan pada coaching ialah lebih kepada peningkatan pontensi (sisi potensi & meningkatkan kekuatan), bukan memperbaiki kesalahan, coaching ini dilakukan lebih personal (rutin, biasanya sebulan 2x dan berlangsung selama 6 bln), coaching ini dapat dilakukan secara internal (meng-coach orang yang berada diperusahaan tsb) dan eksternal (meng-coach orang yang berada diluar diperusahaan tsb(training)).Sedangkan Training hanya dilakukan 1x pertemuan/kegiatan, dan bersifat umum dalam pemberian materi/pembelajaran.

Possted By                 : Itep Kustiana
Sumber           :-   Wibowo Hery,2010.Psikologi untuk pengembangan diri , Hal 12
                        -   MYELIN Mobilisasi Intangibles menjadi kekuatan perubahan- Renald Kasali