Proses
pengembangan kepemimpinan dalam diri pemimpin itu sendiri adalah usaha
untuk menemukan/ menjadi pemimpin yang sejati. Kepemimpinan adalah
sebuah keputusan dan lebih merupakan hasil dari proses perubahan
karakter atau tranformasi internal dalam diri seseorang. Kepemimpinan
bukanlah jabatan atau gelar, melainkan sebuah kelahiran dari proses
panjang perubahan dalam diri seseorang. Ketika seseorang menemukan visi
dan misi hidupnya, ketika terjadi kedamaian dalam diri (inner peace)
dan membentuk bangunan karakter yang kokoh, ketika setiap ucapan dan
tindakannya mulai memberikan pengaruh kepada lingkungannya, dan ketika
keberadaannya mendorong perubahan dalam organisasinya, pada saat itulah
seseorang lahir menjadi pemimpin sejati. Jadi pemimpin bukan sekedar
gelar atau jabatan yang diberikan dari luar melainkan sesuatu yang
tumbuh dan berkembang dari dalam diri seseorang. Kepemimpinan lahir dari
proses internal (leadership from the inside out ).
Dalam pengembangan kepemimpinan menuju kepemimpinan yang baik dan positif setidaknya harus memiliki kualitas-kualitas seperti; kematangan emosional, kompetensi teknik, pengabdian, kematangan pertimbangan, empati, semangat, dan disipin. Selain itu dalam usaha mengembangkan kepemimpinan dalam diri terdapat tujuh karakteristik umum yang harus dimiliki yaitu: integritas, empati, pengertian, keberanian, komitmen, keyakinan, dan komunikasi. Sifat-sifat tersebut meresap keseluruh budaya pemimpin, atau organisasi. 5
Kepemimpinan
sesungguhnya tidak ditentukan oleh pangkat atau jabatan seseorang.
Kepemimpinan adalah sesuatu yang muncul dari dalam dan merupakan buah
dari keputusan seseorang untuk mau menjadi pemimpin, baik bagi dirinya
sendiri, bagi keluarga, bagi lingkungan pekerjaan, maupun bagi
lingkungan sosial dan bahkan bagi negerinya. Seperti yang dikatakan oleh penulis buku terkenal, Kenneth Blanchard; bahwa kepemimpinan dimulai dari dalam hati dan keluar untuk melayani mereka yang dipimpinnya. Perubahan
karakter adalah segala – galanya bagi seorang pemimpin sejati. Tanpa
perubahan dari dalam, tanpa kedamaian diri, tanpa kerendahan hati, tanpa
adanya integritas yang kokoh, daya tahan menghadapi kesulitan dan
tantangan, dan visi serta misi yang jelas, seseorang tidak akan pernah
menjadi pemimpin sejati.
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pengembangan kepemimpinan berkaitan dengan tujuh karakteristik yang telah dijalaskan, yakni:
- Integritas
Integritas
adalah perjuangan yang gigih untuk mencari apa yang benar, bukannya
siapa yang benar. Memiliki integritas berarti bersedia menerima tanggung
jawab. Tanda dari integritas adalah tingkah laku yang mengungkapkan hati
nurani dan keyakinan. Integritas kepemimpinan menuntut agar sang
pemimpin mengatakan pada masyarakat apa yang perlu didengarkan, meskipun
mereka tidak ingin mendengarnya.
- Empati/ kasih sayang
Kasih sayang merupakan hasil dari keseimbangan yang produktif dan bertanggung jawab antara individualisme dan kerjasama tim.
- Pengertian/ pemahaman
Pemahaman adalah kekuatan persepsi yang arif sehingga membuat seseorang mampu manggunakan informasi secara efektif.
Pemahaman mencakup mencegah kelangkaan informasi dan juga kelebihan
informasi. Pemahaman mencakup pengertian masa lalu, kesadaran akan masa
sekarang, dan visi tentang masa depan. Pemimpin harus mampu
mengintegrasikan masa sekarang dengan masa yang akan datang, kemudian
memproyeksikannya untuk membentuk masa yang akan datang.
- Keberanian
Kararteristik
yang ke empat dari kepemimpinan adalah keberanian, yaitu keberanian
untuk menindak lanjuti keyakinan-keyakinan dengan keteguhan untuk
menghadapi tantangan yang terus menerus. Keberanian untuk berkorban dan
mengambil resiko serta tidak mementingkan diri sendiri. Keberanian juga
merupakan mengatasi berbagai kesulitan dengan
gigih. Keberanian bukan berarti tiadanya ketakutan, keberanian adalah
mengakui adanya ketakutan akan tetapi menghadapi ketakutan itu secara
positif dan bertanggung jawab. Berani berarti mencari tantangan dan
mengatasinya.
- Komitmen
Seorang
yang memiliki komitmen itu lebih kuat dibandingkan banyak orang yang
hanya memiliki minat. Tingkat komitmen merupakan kunci yang sangat
menentukan dalam mencapai keberhasilan. Seorang pemimpin harus memiliki
komitmen dan menciptakan komitmen pada diri orang lain dengan
persetujuan, bukan paksaan.
- Keyakinan
Keyakinan
merupakan ketergantungan yang kuat pada nilai-nilai, kepercayaan, dan
kompetensi diri sendiri maupun orang lain. Keyakinan memang termasuk
keberanian, tatapi keyakinan juga merupakan kelanjutan dari
keberanian. Pemimpin yang baik mengerti bahwa keyakinan yang
diperlihatkan dengan tindakan dapat memberi inspirasi. Keyakinan datang
dari perjuangan-perjuangan menghadapi tantangan-tantangan yang kemudian
dapat diatasinya. Yang terpenting adalah tekad yang kuat dan akan
melahirkan keyakinan yang tinggi.
- Komunikasi
Keyakinan membentuk pandangan yang kuat, dan kemampuan berkomunikasi seorang pemimpin terkait dengan pandangan-pandangannya. Sebagaimana
dalam kompetensi tidak efektif tanpa nurani, demikian juga tidak
efektif kata-kata tanpa perbuatan. Seorang pemimpin yang baik memimpin
dengan memberikan contoh, dan mendukung tingkah lakunya dengan persuasi
verbal. Komunikasi kepemimpinan terletak pada kekuatan persuasi yang
dibarengi otoritas. Segala macam bentuk komunikasi merupakan alat bagi
pemimpin untuk memberikan inspirasi pada orang lainuntuk meraih yang
lebih tinggi dengan harapan, hati, pikiran, dan tangan mereka. 6
Kemudian ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dilakukan dalam mengembangkan kepemimpinan di dalam diri pemimpin :
- menentukan prioriotas
Yakni
mendahulukan kepentingan orang lain dari pada dirinya pribadi, dengan
mempertimbangkan banyaknya kemaslahatan yang banyak yang ada didalamnya.
Menentukan dan mendahulukan sesuatu hal yang lebih penting dan bersifat
urgen bagi kepentingan bersama.
- membina integritas
Sebagaimana
dijelaskan diatas, membina dan menumbuhkan integritas yang ada dalam
diri, dengan bersikap tegas dan penuh tanggung jawab yang diaplikasikan
dalam tingkah laku/ tindakan yang berdasarkan kesesuaian dengan hati
nurani dengan penuh keyakinan dan wibawa.
- menciptakan perubahan positif
Yang
harus diperhatikan juga dalam pengembangan kepemimpinan adalah
bagaimana caranya seorang pemimpin dapat menciptakan perubahan yang
positif, menjadikan suasana kondusif yang menghasilkan perubahan yang
lebih baik dan penuh dengan atmosfir optimis dalam melangkah dan menatap
masa depan.
- mengatasi pemecahan masalah
Seorang
pemimpin juga harus peka dan tanggap terhadap masalah yang ada, dan
dituntut untuk dapat memecahkan masalah tersebut. Oleh karenanya seorang
pemimpin harus memiliki skill/ ketrampilan dalam problem solving atau
dalam mengambil keputusan untuk memecahkan/ mengambil jalan keluar
terhadap suatu masalah yang ada.
- memupuk sikap positif
Selain
tanggap terhadap masalah yang ada, seorang pemimpin juga dituntut untuk
dapat memupuk dan membangun sikap positif yang dimulai dari dalam diri
pemimpin itu sendiri dan dari sanalah maka akan timbul aura positif yang
akan membawa disekitar/sekelilingnya terbawa menjadi positif pula. Yang
akan menciptakan suasana yang penuh dengan semangat yang luar biasa,
dan hubungan yang sangat baik antara pemimpin dengan bawahannya.
- mengembangkan manusia
mengembangkan
manusia yang dimaksud disini adalah mengembangkan potensi yang ada
dalam diri dan sumber daya manusia agar mengerahkan segala kemampuan
yang dimiliki.
- memperluas wawasan
memperluas
wawasan ini merupakan salah satu faktor yang terpenting dalam
mengembangkan kepemimpinan, dengan wawasan inilah yang menjadikan
seorang pemimpin memiliki kewibawaan dan kharismatik yang tinggi. Dan
upaya meningkatkan intelegensi seorang pemimipin tersebut.
- membina disiplin pribadi
membina
disiplin ini juga merupakan faktor yang paling penting dalam mewujudkan
kepemimpinan yang baik dan teratur. Dengan disiplin ini maka suatu
organisasi atau lembaga kepemimpinan akan terorganisir dengan baik dan
teratur. Dan itu dimulai dari dalam diri seorang pemimpin terlebih
dahulu. Yang kemudian akan mempengaruhi suasanya disekitarnya.
- melaksanakan pengembangan staf.
Salah satu upaya pengembangan kepemimpinan juga yakni melaksanakan
pengembangan staf, yaitu mengelola sumber daya manusia yang tidak hanya
ditinjau dari segi kuantitas akan tetapi juga dari segi kualitas yang
memadai. Dari kualitas maka akan tercipta suatu kerja sama yang terjalin
dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar