Senin, 16 Desember 2013

"HRD HIGHLIGHT" World Class Skill



"HRD HIGHLIGHT"
World Class Skill

Butuh waktu 10.000 jam untuk mendapatkan kemampuan kelas dunia. Untuk menjadi orang yang sukses dan memiliki kemampuan kelas dunia diperlukan perencanaan Spesific Skill, yaitu:
v  Merencanakan atau menargetkan bidang apa yang ingin dikuasai
v  Menambah jam belajar
v  Mengevaluasi kemampuan yang telah dicapai agar dapat memperbaiki kekurangan
v  Belajar dari pengalaman orang-orang yang telah berhasil untuk dijadikan motivasi
v  Belajar dan mengevaluasi dari setiap kegagalan agar dapat memperbaikinya

Knowledge Management
Knowledge Management yaitu suatu pengelolaan pengetahuan yang dibagi untuk bersama dari pengalaman suskses yang diubah menjadi pengetahuan, sehingga pegawai dapat mengembangkan diri dan menghasilkan kinerja yang unggul dan menjadi pengetahuan yang penting untuk perkembangan perusahaan. Dan knowledge management ini merupakan salah satu tugas HRD di abad 21, didalam tugas HRD terbagi menjadi 2 yaitu Internal dan Eksternal. Tugas HRD ekternal terbagi menjadi Individu dan Group.
            Untuk menjadi knowledge management kita harus menjadi HRD yang tangguh dan  dituntut memiliki aspek penting yakni:
a.       Creative (untuk membuat suatu proses yang lebih efektif dan efisien)
b.      Spesific Skill (mempunyai skill diatas rata-rata)
c.       Multi Tasking (menguasai segala pekerjaan dan selalu siap akan apa yang diberikan oleh atasan).
Untuk menjadi HRD yang memliki Knowledge Management pertama harus mengembangkan diri, harus memiliki skill yang meningkat hari ini lebih baik dari kemarin. Maju tidaknya suatu perusahaan ditentukan pada Intangibles : memiliki kekuatan team work ditentukan pada Knowledge

6 Aspek Pengembangan Diri
           
1.       Pengembangan diri dan Dunia Kita
Yaitu mengembangkan citra diri positif agar kita bisa lebih unggul, ketika citra diri positif telah dimiliki maka otomatis kita akan dapat diandalkan dan diakui oleh orang lain.
2.       Pengembangan diri,Alturisme dan Kebahagiaan
Yaitu pengembangan diri dengan alturisme atau semangat memberi agar mendapatkan kebahagiaan.
Memberi adalah ekspresi tertinggi potensi kemanusiaan kita. Dalam tindak memberi sesungguhnya kita sedang mengalami kekuatan, kekayaan, dan kemampuan kita. Pengalaman puncak dan vitalitas tertinggi tersebut akan memenuhi seluruh jagad hati kita dengan sukacita dan rasa bahagia. Disitulah kita mengalami kelimpahan. Takkala memberi, kita mengalami kehidupan yang sehidup-hidupnya. Memberi lebih membahagiakan daripada menerima, bukan karena kita kekurangan tetapi dalam tindak memberi itulah terletak ekspresi kehidupan kita yang paling dinamis. (Eric Fromm,1976)   
3.       Pengembangan diri dan Belajar
Yaitu hidup untuk belajar dan belajar merupakan syarat utama pengembangan diri. Pengembangan diri ini memiliki makna bahwa kita (akan terdorong) untuk menghabiskan waktu hidup kita didunia untuk belajar untuk menghasilkan diri yang kreatif dan bisa diandalkan.
4.      Pengembangan diri dan Keputusan Yang Menentukan Tujuan
Pengembangan diri akan jauh lebih baik ketika telah ada keputusan yang mantap. Orang yang berhasil adalah orang yang telah memutuskan keputusan untuk menjadi sukses dan berhasil. Jika tidak membuat keputusan itu juga merupakan sebuah keputusan, tapi memutuskan untuk menjadi orang yang tersesat. Jadi intinya jangan biarkan hari-hari kita berlalu tanpa didahului oleh keputusan-keputusan yang positif. Karena waktu tidak akan berulang
5.      Pengembangan diri dan Positif Feeling
            Membuat suasana nyaman pada hati para pegawai disuatu perusahaan merupakan salah satu dari tugas HRD, karena dengan memberikan rasa nyaman pada para pegawai, menimbulkan keharmonisan yang akhirnya dapat meningkatkan produktifitas kerja pegawai dan ini suatu hal yang menguntungkan untuk perusahaan.
6.      Pengembangan diri dan Kedewasaan
Dewasa ada 2 ciri yaitu:
a.       Courage (punya keberanian untuk bertindak)
b.      Consideration ( pertimbangan yang matang)
Dewasa adalah ketika seseorang menyadari bahwa ia memiliki kebebasan yang seluas-luasnya untuk menentukan segala pemikiran, sikap dan tingkah lakunya , sekaligus ia memiliki pemahaman bahwa ia harus bertanggung jawab terhadap pemikiran, sikap dan seluruh tingkah lakunya tersebut.

PIM (Performance Impovement Management)

Fungsi PIM ini untuk meningkatkan performa atau kinerja sebuah perusahaan. Dalam meningkatkan performa atau kinerja perusahaan PIM ini terdiri dari:
a.       Training (From unknow to know)
b.      Consulting, dilakukan ketika perusahaan tidak bisa menyelesaikan masalah (problem salving)
c.        Mentoring (Expert to less)
d.       Coaching (Helping develop potensial)
e.        Theraphy (Disorder)

Perbedaan Training dan Coaching
a.       Training dilakukan dengan beberapa orang, coaching lebih personal
b.      Training dilakukan sekali pertemuan, coaching 2 minggu sekali
c.       Training memperbaiki kelemahan, coaching fokus meningkatkan kekuatan

Coaching adalah suatu instrumen untuk meningkatkan kinerja, maksudnya membantu mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki sebuah seseorang / perusahaan, melalui training ataupun mentoring dalam rangka  untuk membantu seseorang / perusahaan mencapai tujuan yang akan dicapainya. Orang yang diminta untuk membantu belajar mengembangkan potensi-potensi seseorang tsb disebut coach, sedangkan orang yang sedang belajar mengembangkan potensi-potensinya disebut coachee, dan aktifitas yang dilakukan oleh coach dan coachee  dalam upaya belajar mengembangkan potensi-potensi tsb disebut coaching.

Sedangkan Training ialah upaya untuk meningkatkan kinerja, memberikan pelatihan-pelatihan kepada orang-orang yang merasa membutuhkan ilmu dibidang tertentu (misal; penilaian kinerja). Fungsi training ini ialah membantu mengajarkan hal-hal yang belum / tidak diketahui, untuk menjadi diketahui oleh mereka.
-   Dampak dari aktifitas Training mencapai 22% pada produktifitas (maksimal yang dapat dikembangkannya)
-          Dampak dari aktifitas Training+coaching ini tingkat keberhasilannya mencapai 80% pada potensi dan produktifitasnya.

Coaching berdampak lebih besar karena, kunci dari keberhasilan pada coaching ialah lebih kepada peningkatan pontensi (sisi potensi & meningkatkan kekuatan), bukan memperbaiki kesalahan, coaching ini dilakukan lebih personal (rutin, biasanya sebulan 2x dan berlangsung selama 6 bln), coaching ini dapat dilakukan secara internal (meng-coach orang yang berada diperusahaan tsb) dan eksternal (meng-coach orang yang berada diluar diperusahaan tsb(training)).Sedangkan Training hanya dilakukan 1x pertemuan/kegiatan, dan bersifat umum dalam pemberian materi/pembelajaran.

Possted By                 : Itep Kustiana
Sumber           :-   Wibowo Hery,2010.Psikologi untuk pengembangan diri , Hal 12
                        -   MYELIN Mobilisasi Intangibles menjadi kekuatan perubahan- Renald Kasali




Tidak ada komentar:

Posting Komentar