"HRD HIGHLIGHT"
World Class
Skill
Butuh waktu 10.000 jam untuk mendapatkan kemampuan
kelas dunia. Untuk menjadi orang yang sukses dan memiliki kemampuan kelas dunia
diperlukan perencanaan Spesific Skill, yaitu:
v Merencanakan
atau menargetkan bidang apa yang ingin dikuasai
v Menambah jam
belajar
v Mengevaluasi
kemampuan yang telah dicapai agar dapat memperbaiki kekurangan
v Belajar dari
pengalaman orang-orang yang telah berhasil untuk dijadikan motivasi
v Belajar dan
mengevaluasi dari setiap kegagalan agar dapat memperbaikinya
Knowledge
Management
Knowledge
Management yaitu suatu pengelolaan pengetahuan yang dibagi untuk bersama dari
pengalaman suskses yang diubah menjadi pengetahuan, sehingga pegawai dapat
mengembangkan diri dan menghasilkan kinerja yang unggul dan menjadi pengetahuan
yang penting untuk perkembangan perusahaan. Dan knowledge management ini
merupakan salah satu tugas HRD di abad 21, didalam tugas HRD terbagi menjadi 2
yaitu Internal dan Eksternal. Tugas HRD ekternal terbagi menjadi Individu dan
Group.
Untuk
menjadi knowledge management kita harus menjadi HRD yang tangguh dan dituntut memiliki aspek penting yakni:
a. Creative (untuk membuat suatu proses yang
lebih efektif dan efisien)
b. Spesific Skill (mempunyai skill diatas rata-rata)
c. Multi Tasking (menguasai segala pekerjaan dan
selalu siap akan apa yang diberikan oleh atasan).
Untuk menjadi HRD yang memliki Knowledge Management
pertama harus mengembangkan diri, harus memiliki skill yang meningkat hari ini
lebih baik dari kemarin. Maju tidaknya suatu perusahaan ditentukan pada
Intangibles : memiliki kekuatan team work ditentukan pada Knowledge
1. Pengembangan
diri dan Dunia Kita
Yaitu mengembangkan citra diri
positif agar kita bisa lebih unggul, ketika citra diri positif telah dimiliki
maka otomatis kita akan dapat diandalkan dan diakui oleh orang lain.
2. Pengembangan
diri,Alturisme dan Kebahagiaan
Yaitu pengembangan diri dengan
alturisme atau semangat memberi agar mendapatkan kebahagiaan.
Memberi adalah ekspresi tertinggi
potensi kemanusiaan kita. Dalam tindak memberi sesungguhnya kita sedang
mengalami kekuatan, kekayaan, dan kemampuan kita. Pengalaman puncak dan
vitalitas tertinggi tersebut akan memenuhi seluruh jagad hati kita dengan
sukacita dan rasa bahagia. Disitulah kita mengalami kelimpahan. Takkala
memberi, kita mengalami kehidupan yang sehidup-hidupnya. Memberi lebih membahagiakan
daripada menerima, bukan karena kita kekurangan tetapi dalam tindak memberi
itulah terletak ekspresi kehidupan kita yang paling dinamis. (Eric Fromm,1976)
3. Pengembangan
diri dan Belajar
Yaitu hidup untuk belajar dan
belajar merupakan syarat utama pengembangan diri. Pengembangan diri ini memiliki
makna bahwa kita (akan terdorong) untuk menghabiskan waktu hidup kita didunia
untuk belajar untuk menghasilkan diri yang kreatif dan bisa diandalkan.
4. Pengembangan diri dan Keputusan Yang Menentukan Tujuan
Pengembangan diri akan jauh lebih baik ketika telah ada keputusan yang
mantap. Orang yang berhasil adalah orang yang telah memutuskan keputusan untuk
menjadi sukses dan berhasil. Jika tidak membuat keputusan itu juga merupakan sebuah
keputusan, tapi memutuskan untuk menjadi orang yang tersesat. Jadi intinya
jangan biarkan hari-hari kita berlalu tanpa didahului oleh keputusan-keputusan
yang positif. Karena waktu tidak akan berulang
5.
Pengembangan
diri dan Positif Feeling
Membuat suasana nyaman pada hati
para pegawai disuatu perusahaan merupakan salah satu dari tugas HRD, karena
dengan memberikan rasa nyaman pada para pegawai, menimbulkan keharmonisan yang
akhirnya dapat meningkatkan produktifitas kerja pegawai dan ini suatu hal yang
menguntungkan untuk perusahaan.
6. Pengembangan diri dan Kedewasaan
Dewasa ada 2
ciri yaitu:
a.
Courage (punya keberanian untuk bertindak)
b.
Consideration ( pertimbangan yang matang)
Dewasa
adalah ketika seseorang menyadari bahwa ia memiliki kebebasan yang
seluas-luasnya untuk menentukan segala pemikiran, sikap dan tingkah lakunya ,
sekaligus ia memiliki pemahaman bahwa ia harus bertanggung jawab terhadap
pemikiran, sikap dan seluruh tingkah lakunya tersebut.
PIM
(Performance Impovement Management)
Fungsi PIM ini untuk meningkatkan performa
atau kinerja sebuah perusahaan. Dalam meningkatkan performa atau kinerja
perusahaan PIM ini terdiri dari:
a.
Training (From unknow to know)
b.
Consulting, dilakukan ketika perusahaan
tidak bisa menyelesaikan masalah (problem salving)
c.
Mentoring (Expert to less)
d.
Coaching (Helping develop potensial)
e.
Theraphy (Disorder)
Perbedaan Training dan Coaching
a.
Training dilakukan dengan beberapa orang, coaching
lebih personal
b.
Training dilakukan sekali pertemuan, coaching 2 minggu
sekali
c.
Training memperbaiki kelemahan, coaching fokus
meningkatkan kekuatan
Coaching adalah suatu instrumen untuk
meningkatkan kinerja, maksudnya membantu mengembangkan potensi-potensi yang
dimiliki sebuah seseorang / perusahaan, melalui training ataupun mentoring
dalam rangka untuk membantu seseorang /
perusahaan mencapai tujuan yang akan dicapainya. Orang yang diminta untuk
membantu belajar mengembangkan potensi-potensi seseorang tsb disebut coach, sedangkan orang yang sedang
belajar mengembangkan potensi-potensinya disebut coachee, dan aktifitas yang dilakukan oleh coach dan coachee dalam upaya belajar mengembangkan
potensi-potensi tsb disebut coaching.
Sedangkan Training ialah upaya untuk meningkatkan kinerja, memberikan pelatihan-pelatihan kepada orang-orang yang merasa membutuhkan ilmu dibidang tertentu (misal; penilaian kinerja). Fungsi training ini ialah membantu mengajarkan hal-hal yang belum / tidak diketahui, untuk menjadi diketahui oleh mereka.
- Dampak dari aktifitas Training mencapai 22%
pada produktifitas (maksimal yang dapat dikembangkannya)
-
Dampak dari aktifitas Training+coaching ini tingkat keberhasilannya
mencapai 80% pada potensi dan produktifitasnya.
Coaching berdampak lebih besar karena, kunci dari keberhasilan pada coaching ialah lebih kepada peningkatan pontensi (sisi potensi
& meningkatkan kekuatan), bukan memperbaiki kesalahan, coaching ini dilakukan lebih personal (rutin, biasanya sebulan 2x
dan berlangsung selama 6 bln), coaching
ini dapat dilakukan secara internal (meng-coach orang yang berada diperusahaan
tsb) dan eksternal (meng-coach orang yang berada diluar diperusahaan
tsb(training)).Sedangkan Training hanya dilakukan 1x pertemuan/kegiatan, dan
bersifat umum dalam pemberian materi/pembelajaran.
Possted By : Itep Kustiana
Sumber :- Wibowo Hery,2010.Psikologi untuk pengembangan diri , Hal 12
- MYELIN Mobilisasi Intangibles menjadi kekuatan perubahan- Renald Kasali
Tidak ada komentar:
Posting Komentar