HRD Sebagai Pengembang Aset SDM
HRD
merupakan salah satu pengembang aset paling berpengaruh di perusahaan ataupun
di organisasi, jika tidak ada HRD di suatu perusahaan dan organisasi maka para
SDM tidak akan kondusif dalam bekerja dan tidak akan ada yang mengatur jalannya
para SDM. Kita tahu bahwa fungsi HRD di perusahaan adalah sebagai developing
people yang artinya HRD harus mampu mengambangkan aset-aset yg tidak terlihat (intangible), tidak mudah bagi HRD dapat
menemukan dan mengembangkan aset-aset SDM yang ada sebab HRD harus memulai dari
perektrutan SDM yang sudah memenuhi syarat klasifikasi yang ditentukan. Oleh
karena itu HRD harus banyak-banyak belajar supaya tidak terjadi kesalahan,
setiap HRD pasti belajar terus menerus dan banyak mengajarkan antar divisi HRD
supaya HRD tersebut bisa 2 kali atau 3 kali lebih pintar dan ilmu tersebut bisa
dibagikan melalui proses download dan upload yang biasa disebut “knowledge manajemen”, jika kita sudah
melakukannya kita akan merasa bahagia karena bisa mengajarkan orang dan jika
kita sudah terbiasa kita mempunyai kesempatan menjadi HRD yang unggul dan kita
bisa sebagai aset terpenting perusahaan atau organisasi dimana tempat kita
bekerja. Tentu diperusahaan besar mempunyai banyak karyawan yang bermasalah
yang tidak bekerja dengan tekun, tantangan HRD adalah harus bisa meningkatkan
mood dan meningkatkan kemampuan yang dai punya. Dengan cara apa? pertama HRD
harus mempunyai wawasan yang luas dan harus mempunya social skill yang gunanya
untuk berkomunikasi dan pendekatan terhadap pegawai yang bermasalah tersebut
lalu jika diibaratkan HRD harus membuka payung yang setinggi-tingginya supaya
HRD bisa menyumbangkan ide agar pekerjaan kita lebih baik lagi, dan jika sudah
terbiasa dengan menggunakan metode payung tersebut maka di dalam diri pegawai
tersebut akan muncul muscle memory yang sudah terbiasa dalam menyumbangkan
ide-ide dan gagasan dan pegawai pun akan muncul dream&think big yang sangat
penting. Jika kita sebagai HRD sudah bisa mengembangkan aset SDM maka HRD tersebut
bisa disebut HRD yang unggul dan jika pegawai tersebut sudah terpengaruh dengan
lebih teres menerus menyumbangakan ide dan gagasan maka pegawai tersebut bisa
disebut developed people. Mungkin
cukup sekian ilmu yang saya tuangkan di blog ini, semoga bermanfaat bagi kalian
yang membaca artikel ini.
-
Hubungannya dengan buku young on top :
Di
dalam buku tersebut saya mengambil hubungannya artikel yang saya buat dengan
dream & think big yang tertera di buku tersebut, jadi jika pengembangan
aset jika HRD sudah terbiasa dengan metode tersebut maka pegawai akan dapat
berpikir secara luas dan dapat bermimpi seperti apa perusahaan kita nanti
otomatis jika pegawai tersebut sudah berpikir secara luas maka pegawai tersebut
akan lebih banyak ilmu yang didapat dan dapat ditularkan kepada pegawai lain
yang nantinya akan berpengaruh pada pengembangan.
-
Hubungannya dengan buku myelin :
Myelin
yang berarti kebiasaan yang telah membudaya yang hubungannya dengan artikel
diatas yaitu jika HRD sudah terus menerus menerapkan metode tersebut dan
menunjukkan perubahan pada pegawai maka otomatis pegawai tersebut akan terbiasa
atau bisa disebut muscle memory
dengan iklim kerja yang HRD terapkan yang gunanya untuk mengembangkan kelebihan
pegawai dan tidak memperbaiki kekurangan dalam diri si pegawai jadi pegawai
tersebut akan terbiasa menyumbangkan ide-ide dan gagasan yang akan memajukan
perusahaan.
-
Hubungannya dengan buku pengembangan
diri:
Jadi
HRD dan pegawai saling mengembangkan dirinya sendiri melalui proses
knowledge management dan melalui juga
melalui metode payung tersebut.
By : M. Kurniadi W (170103110256)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar