Senin, 16 Desember 2013

Peran HRD dalam Perekrutan dan Pengembangan Kemampuan Aset SDM



T
entu semua sudah tahu bahwa HRD sebagai salah satu ujung tombak perusahaan dalam pengembangan kemampuan aset sdm, mempunyai tugas yang tidak ringan dan harus selalu berkembang dan bersifat terus menerus atau berkesinambungan. Kegiatan- kegiatan utama dalam peningkatan  sdm kerja meliputi perekrutan tenaga kerja baru, pelatihan tenaga kerja serta evaluasi tenaga kerja. Tidak mudah untuk mempertahankan mutu tenaga kerja jika tidak ditunjang oleh sebuah visi misi yang jelas dan pelaksanaannya yang terarah dan berkelanjutan. Menurut saya ada tiga hal besar yang harus selalu menjadi perhatian bagi HRD yaitu :
1. Perekrutan karyawan baru
Dengan memiliki input yang baik diharapkan output yang dihasilkan juga baik. Input yang baik hanya bisa diperoleh jika sistem penerimaan karyawan barunya benar- benar selektif dan transparan. Kesesuaian antara bidang yang dipelajari oleh calon karyawan dengan bidang yang akan ditangani menjadi salah satu faktor penentu diterima atau tidaknya seorang karyawan baru. Selain transparansi dan kejujuran pada sistem perekrutan, perlu juga ada instrument pendukung dalam proses seleksi. Tes tulis dan wawancara adalah tipe jalur seleksi yang lazim digunakan. Dengan sistem perekrutan yang tepat diharapkan calon karyawan yang diterima benar- benar kandidat yang sesuai dan berkualitas.
2. Pelatihan Karyawan (DIKLAT)
Setelah didapatkan sejumlah karyawan baru yang memenuhi kualifikasi yang diharapkan, untuk lebih mematangkan skill mereka biasanya perusahaan juga meminta divisi HRD untuk memberikan pelatihan atau biasa yang disebut diklat. Diklat tersebut HRD akan dibantu oleh trainer dari masing-masing bidang.
3. Evaluasi Karyawan
Untuk karyawan yang sudah diterima dan bekerja maka fokus HRD ada pada kinerja mereka. Beberapa tahap evaluasi kerja biasanya dilakukan dan secara periodik dilakukan sepengetahuan masing- masing karyawan. Paling tidak mereka akan mendapatkan evaluasi kerja sebanyak dua kali dalam setahun. Untuk pekerja tetap hasil evaluasinya akan digunakan untuk dasar kenaikan gaji, bonus tahunan ataupun untuk promosi jabatan. Untuk pegawai yang diterima dengan sistem kontrak selain beberapa poin di atas hasil evaluasi yang didapat paling utama digunakan sebagai bahan acuan mengenai kelanjutan kontak pegawai masing- masing.
Ketika perusahaan semakin besar, HRD harus mampu memfasilitasi kebutuhan SDM yang kompeten untuk mendukung kemajuan tersebut. Oleh karena itu HRD diharuskan mampu untuk menganalisa kemampuan setiap karyawan dan harus mempunyai map potensi pengembangan yang dibutuhkan untuk mendukung kemajuan perusahaan. Selain itu, HRD pun diharuskan mampu memberikan masukan kepada pembuat keputusan mengenai kondisi aktual ketenaga-kerjaan di perusahaan yang sedang kita tangani.
Dari pemaparan saya diatas dapat diambil kesimpulan bahwa kita yang nantinya akan menjadi HRD harus tahu bahwa HRD itu adalah sebagai ujung tombak yang menentukan maju tidaknya aset SDM yang kita tangani. Oleh karena itu lebih mengembangkan kemampuan kita, terutama kita hartus mempunyai kemampuan Perekrutan karyawan baru karena perekrutan yang sangat penting jika kita banyak salah merekrut orang maka kita belum disebut HRD yang unggul. Jadi itulah kemampuan yang kita butuhkan untuk bekerja di perusahaan besar.

·        - Hubugannya dengan buku young on top (dream and thing big)
Sebelum kita ingin menjadi HRD unggul kita harus mempunyai mimpi dalam diri kita, dari awal bermimpi kita tentu akan mempelajari dan terus belajar 2x atau 3x agar menjadi HRD yang unggul di bidang pengembangan aset SDM. Jika kita sudah mencapai mimpi kita sebagai HRD unggul kita harus terus menerus belajar atau bisa disebut (kaizen) pengembangan terus menerus yang gunanya kita akan lebih menguasai tentang pengembangan pegawai dan kita juga akan bisa meminimalisir kesalahan pekerjaan yang kita buat. Selain itu juga kita harus mempunyai sosial skill yang gunanya untuk kemampuan berkomunikasi dari atasan ke bawahan jika tidak mempunyai social skill tsb kita tentu tidak akan mempunyai kemampuan bersosialisasi dengan bawahan dan kita juga tidak dapat mengambangkan bawahan agar bawahan tersebut juga bisa thing big yang nantinya akan menyumbangkan ide-ide tentang pengembangan aset

·        - Hubungan HRD dengan Pengembangan Diri dan Keputusan Menentukan Tujuan
Seorang HRD pastilah memiliki sebuah tujuan. Tujuan untuk sukses dengan segala potensi yang dimiliki setiap karyawan. HRD harus mempunyai keputusan dalam setiap pergerakannya. Misalkan, perusahaan yang dipegang HRD tersebut akan mengadakan rapat dengan beberapa divisi dari perusahaan lain. Keputusan HRD pada saat rapat adalah ia harus mendapatkan kumpulan-kumpulan informasi yang dapat memacu kinerja karyawannya. Jadi, keputusan yang dibuat oleh HRD tersebut adalah sebuah tujuan. Tujuan untuk maju mencapai puncak kesuksesan.

·        - Hubungan HRD dengan Myelin
Melakukan perubahan untuk mendapatkan hasil yang terbaik merupakan salah satu cara seorang HRD menggapai kesuksesannya. Kita harus berlatih terus menerus agar menjadi kebiasaan, jika kita mempunyai kebiasaan tsb kita tentu akan menjadi unggul dan terpakai di perusahaan besar. dengan terus menerus berlatih merupakan salah satu pengembangan diri dalam menambahkan potensi HRD itu sendiri.

Sumber
Psikologi untuk pengembangan diri- Hery Wibowo
Young on top – Billy Boen
MYELIN Mobilisasi Intangibles menjadi kekuatan perubahan- Renald Kasali


 by M. Faldi F (170103110240)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar